Senin, 28 Januari 2013

Ujian Berhadiah



Pernah nggak kalian merasa sudah berusaha tapi hasil yang didapat nggak sesuai harapan?
Atau mungkin kalian sudah merasa akan mendapat hasil yang bagus, ekspetasi tinggi, tetapi yang terjadi malah sebaliknya padahal kalian sudah sangat bekerja keras untuk itu?

Pasti rasanya.... Sedih? Kesal? Kecewa? Atau mungkin marah kepada Allah karena merasa nggak adil??
Yups... percaya atau nggak saya sudah sering mengalami hal itu. Rasanya gimana??
Remuk pastinya... Awalnya merasa sedih nggak dihargai. Merasa yang dilakukan selama ini sia-sia belaka nggak ada hasilnya. Toh usaha nggak usaha sama aja hasilnya. 

Pagi ini, saya melakukan aktivitas "liburan" seperti biasanya, setelah pergi ke pasar dan sedikit bersih-bersih rumah, nonton inbox / ftv yang makin lama gak jelas ceritanya itu, akhirnya saya putuskan untuk browsing saja. Sembari lihat-lihat beranda facebook gak tau kenapa saya ingin lihat nilai semesteran. Padahal, saya kemaren-kemaren ogah lihat nilai, yang ada nunggu jarkoman temen-temen nilai udah keluar apa belom. Langsung saja, saya menggerakkan kursor untuk menambah tab. Jari-jari saya dengan lincah mengetik alamat website kampus. Nilai plusnya adalah tidak perlu menunggu lama untuk melihat hasilnya, karena pengalaman selama ini saya selama ini tidak pernah "lola" untuk melihat nilai. Yang denger-denger kata temen-temen dari universitas lain, mereka terkadang lama sekali untuk melihat nilai atau yang lebih parah "failed". So... Two thumb`s up buat admin kampus saya. hehehe

Kening saya berkerut setelahnya. Bukan karena saya gagal terhubung dengan website kampus, tapi melihat IP saya semester ini. Yang pertama, mata saya melotot melihat huruf "D" di khs. Padahal kalau boleh jujur, matkul itu c.o nya kan saya tapi kok malah dapet nilai segitu. Tapi saya memang harus legowo, karena saya memang tidak terlalu bisa dalam matkul itu, ya mungkin.... harus lebih berusaha lagi. Yang terakhir adalah melihat nilai penentu di semester ini. Bukan karena matkul-matkul lain nggak penting tapi nilainya 5 sks. Mata saya melirik ke sebelah kanan, entah saya harus merasa bersyukur atau tidak. Dikatakan tidak berhasil nggak juga, tapi dibilang sudah puas lebih nggak lagi. Padahal untuk matkul yang satu itu ekspetasi saya cukup tinggi, dan dari segi usaha saya rasa sudah optimal. Yang pasti nilai terakhir IP saya, tidak cukup buat mengambil sks normal semester depan. Yang ada dihati saya waktu itu adalah.. Apa ada yang kurang dari saya selama ini sampai hasilnya segitu buruknya? Usaha saya kurang kah??

Jujur saja IP saya kali ini adalah yang paling jelek dari semester-semester lain. Merasa sangaaaat bersalah. Bukan karena apa-apa,semester ini semester paling nyantai diantara yang lain. Organisasi udah off, sibuk juga nggak, sering nganggur iya. Kalau boleh membela diri sekalian, jujur sistem belajar juga sudah diubah. Kalau dulu saya sering belajar SKS (Sistem Kebut Semalam), tapi untuk semester ini saya lebih teratur dan nyicil belajarnya supaya nggak bingung kalau ujian.

Ya... memang mau gimana lagi, manusia sudah berusaha tapi Allah lah yang menentukan. Kembali lagi ke diri sendiri, mungkin effort saya kurang. Saya juga sadar kapasitas, karena saya sendiri termasuk tipe "hard working". Terkadang ada orang yang dengan mendengarkan saja sudah masuk ke otak, atau mungkin belajar sedikit udah nyambung. Namun saya bersyukur dengan semua itu, bagi saya hasil itu penting namun proses lebih penting. Atau mungkin saya harus memperbaiki hubungan dengan orang-orang disekitar saya. Apalagi dengan orang tua, jujur akhir-akhir ini memang ada sedikit problem. Mungkin ada omongan atau sikap saya yang menyakiti mereka, who knows..... Karena saya percaya jalan sukses itu bukan hanya dari usaha semata, salah satunya ya dari orang tua juga.

Well.. saya memang tidak tau rencana Allah bagaimana. Yang jelas saya akan tetap berusaha yang terbaik, entah itu hasil sesuai dengan effort atau tidak. Karena saya percaya usaha yang kita lakukan selama ini pasti ada balasannya, gak ada yang sia-sia. Mungkin saja hasilnya itu masih "ditabung" untuk yang lain atau terpakai dimasa mendatang. Yang jelas sabar itu harus, karena jika kita berhasil melalui ujian, kita juga akan mendapat hadiah yang mungkin juga gak kita sangka dari Allah.



- You are Stronger Than You Think! -



Sabtu, 19 Januari 2013

Tahun 2013, Tahun Pelangi



Walaupun telat, saya mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU...... :)
Bahagia juga karena tahun 2013 masih ada. Kan kemaren-kemaren lagi rame tuh soal isu-isu kiamat 2012. Ternyata yang sampe` sekarang juga gak terbukti. Memang kiamat itu kan rahasia Allah. Saya sendiri juga gak terlalu prcaya sama yang begituan. Orang matahari aja masih terbit dari timur, Dajjal belum nongol juga. 

Arti tahun baru sendiri buat saya adalah untuk introskpeksi diri kita di tahun sebelumnya. Justru semakin bertambahnya tahun bukankah umur kita semakin berkurang?? 
Jadi saya rasa wajar atau malah mungkin harus untuk instropeksi diri. Mungkin bagi kebanyakan orang-orang tahun baru itu sama dengan harapan baru. Tidak jarang mereka menuliskan resolusi-resolusinya untuk satu tahun kedepan. Menurut saya, itu bukan suatu hal yang jelek juga malah bagus. Karena seseorang yang punya target dalam hidupnya adalah seseorang yang berpikiran ke depan, tau apa yang harus ia lakukan, punya visi misi lah bahasa kerennya. Tapi tentunya tidak cukup dengan harapan-harapan saja, harus dibarengi dengan usaha dan doa. 

Balik lagi ke introspeksi diri, kalau saya sih dengan introspeksi kita jadi tahu apa yang jelek dari diri kita. Saya setuju kalau manusia itu bisa berubah, lebih tepatnya harus berubah. Kalau statis apa pasif, mana bisa ngikutin perkembangan. Banyak orang yang menuntut orang lain buat berubah jadi yang lebih baik. Misalnya, orang tua menuntut anaknya biar jadi anak yang lebih pinter, sopan dll atau pacar yg nuntut buat pacarnya lebih perhatian dan sayang. Padahal belum tentu yang maunya serba nuntut itu lebih baik daripada yang dituntut. Hellooo... Sadar diri juga dong. Di dunia ini saya percaya ada hukum yang namanya sebab akibat atau timbal balik. Kalau kita gak suka sama seseorang, orang yang gak kita suka itu biasanya juga gak suka sama kita. Jadi.. kalau kita sendiri gak berubah ke arah yg lebih baik, mana mungkin nasib atau takdir dari Allah juga baik sama kita.

Tapi, saya gak setuju juga sama pepatah, ikuti saja air yang mengalir. Itu berarti gak punya tujuan dong. Arus sungai nyasar ke tempat rawa-rawa ngikut.... Arus sungai ngalir ke air terjun ngikut.... Arus sungai ke selokan pun ngikut juga. Intinya selagi kita berusaha, berpositive thinking juga instropeksi diri, kita harus juga punya pendirian. Saya sendiri menulis semua ini juga buat pengingat saya. Saya sadar, hal-hal diatas mudah dalam diomongkan tapi sulit untuk dilakukan. Tapi tidak berarti semua itu nggak mungkin kan??

Tahun lalu, tahun 2012 adalah tahun yang penuh cerita buat saya. Saya belajar menyikapi masalah dengan kedewasaan, gak hanya mikirin diri sendiri. Saya juga banyak bertemu orang dengan berbagai karakter yang tentu saja beda-beda juga dalam menyikapinya. Kalau dibilang banyak dukanya sih iya... Tapi kalau diinget lagi, Allah juga banyak memberi saya rejeki. Teman-teman, keluarga yang baik juga rejeki-rejeki lainnya yang gak disangka-sangka. Mungkin... tahun 2013 itu tahun pelangi. Masih banyak yang akan saya hadapi ke depan. Sedih atau senang seperti pelangi dengan berbagai macam warnanya.



Eh... iya. Saya juga mau share foto-foto kemaren nih

(Desember Ceria, Farmasi B_2010)

(1, 2, 3... senyum :) )


(Happy New Year!!)


(walaupun udah kakek nenek, tapi masih so sweet... haha)


(Baksos Farmasi B_2010)