Yupppss..... ini ceritanya tentang kisah kisah penderitaan skripsi
Bulan mei-april ini alhamdulillah skripsi saya sudah masuk ke tahap penelitian. Eniwey,, buat bisa ke tahap ini ga gampang lo. Ada yang namaya sempro alias seminar proposal, ktemu dosen pembimbing yang rempongnya naudzubillah, belum cobaan yang lain lagi.
Awalnya berjalan sesuai rencana. Kelompok skripsi saya sesuai perencanaan akan melakukan penelitian di puskesmas Dinoyo Malang. Ada 5 orang lah..... sebenarnya simple sih penelitiannnya. Semacam ngasih kuesioner gitu ke pasien2. Masalahnya berawal dari sini. Ternyata pas berada dilapangan kasus yang saya ambil bwt skripsi jarang banget penderitanya. sekitar 2 ekor doang dalam seminggu. Padahal targetnya minimal 30 orang buat mencapai kurva normal. Sedihnya lagi diantara temen temen saya yang lain cuma saya yang dikit pasiennya. Kebetulan penyakit yang saya ambil bwt skripsi tentang "ASMA". La kalau dalam kondisi kayak gitu baru kelar berapa taun bwt nyelesain skripsi.
Otak saya mulai berpikir... Gak mungkin kan kalau saya tetep di puskes. Saya harus keluar dari sini.
Esoknya saya sudah menyusun rencana,
apa mungkin harus ke batu di rs paru yang notabenya rumah sakit khusus penderita saluran pernapasan?
apa saya hrs ganti tempat penelitian ke apotek?
gmn klw saya tidak bisa memenuhi target itu dalam waktu sebulan?
Aaaaaaarrrghhh...
Pokoknya galau bin depresi. Galau nya ga nemu penyelesaian dari masalah... Depresinya liat temen2 yang lain udah pada dapet pasien. Walhasil, saya nekat juga pergi ke batu. Dengan bantuan temen saya yang tinggal di batu, tempat pertama yang saya kunjungi adalah RS Paru Batu. Ternyata tidak sebesar yang saya bayangkan, karena rumah sakitnya masih tipe B/C jadi tidak sebesar RSSA. Sesuai dugaan saya prosedur administrasi rumah sakit tidak mudah, rempong iya. Kata bagian tata usaha, hars ada surat penelitian dulu, nyiapin proposal, trz ntar dkirim ke dokternya, klw udh dapat persetujuan baru boleh penelitian. Yang saya takutkan disini waktu perijinan yang lama. Karena setau saya, di RSSA membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lebih. Bisa mati tua kagak wisuda2 dong eke kalau selama itu. Setelah basa basi sedikit sama bapak pegawai TU nya, saya berpikir dan jadi tambah galau. Apa harus saya penelitian disini? dengan segala kerempongan perijinan dll? Haduuuh rasanya semakin suram aja skripsi ini
Akhirnya saya mencoba alternatif lain. Dengan bantuan temen saya (lagi). Saya mecoba apotek deket RS Paru Batu... Dengan harapan "mungkin" banyak pasien disana yang kena asma. Logikanya sih seharusnya di Batu banyak penderita asma, mengingat hawanya yang dingin. Lagian, lumayan kan kalau dapat apotek, perijinannya gak susah, bisa penelitian sekaligus magang, nambah pengalaman lagi. Kemudian teman saya menyarankan untuk ke apotek "sehat". Katanya sih ini apotek paling rame di Batu. Dilihat dari apoteknya sih emang besar, gimana nggak trnyata selain apotek juga ada dokter praktiknya. Gak hanya satu tp banyak, kayak dokter umum (ternyata juga menerima pasien askes loo), dokter gigi, dokter anak, dokter kecantikan, plus laboratorium kesehatan. Buseeet dah, jadi agak keder juga saya.
Berhubung saya lagi kepepet, dengan wajah badak gak tau malu. Saya memberanikan diri "melamar" ijin penelitian kesana. Setelah berbicara dengan mbak apoteker pendampingnya. Mbak nya bilang kalau mau ngomongin ini ke pemilik apoteknya dulu. Yapps.... ok lah, trnyata baru tau juga yang punya apotek ini orang cina. Waduuuh,,, tambah mumet aja ceritanya. Kan biasanya orang cina itu perhitungan gitu takutnya, hehe. Pokoknya intinya saya ntar dikabari via telfon gmn hasilnya. Waktu itu saya sempet down, khawatirnya itu cuma basa basi doang. Tapi juga bingung kalau mengharap ke RS Paru Batu. Jadi saya nggak terlalu berharap, pasrah titik.
Eiieeeng.... dan ternyata 3 hari kemudian, pas sore2 ada telfon masuk ke hp saya. Dan ternyata proposal penelitian saya keterima di apotek!
Singkat cerita... kurang lebih 1 bulan nan saya pulang-pergi tiap sore sampek malem malang-batu. Awal2 rasanya beraaat banget, kadang ngerasa gak kuat saking capeknya. Gimana gak capek, selain ngerjain penelitian skripsi, disana juga bantu2 di apotek. Nerima resep, denger pertanyaan tentang obat2 dari pasien, dll. Tapi gak tau kenapa walaupun pulang malem dan tiap pagi rasanya badan mau copot saking capeknya, saya bahagia. Seneng karena dapat pengalaman baru, tau gimana rasanya kerja di apotek, belajar gimana manajemennya, gimana caranya melayani berhadapan sama pasien/pembeli. Pokoknya macem2 dah.... mengingat apotek ini termasuk apotek besar, jadi banyak pengalaman juga yang saya dapatkan.
Ternyata kalau kita mengelola secara profesional, gak kalah kok sama kantor2. Review sedikit aja ya, di apotek ini ada banyak karyawannya. Gak hanya biasanya di depan ngelayananin pembeli, tapi juga ada bagian peracikan resep dibelakang, bagian kasir, bagian gudang, admistrasi, praktik dokter, dll. Semuanya serba terstruktur, selain itu juga udah memakai sistem komputer buat pembeliannya jadi lebih terorganisir. Pernah saya tanya2 ke mbak yang bagian admistrasi. Ternyata buat jadi apotek askes bpjs itu susah juga ya. Banyak perijinan, koneksi, dll. Dan saya baru tau kalau apoteknya itu tergabung dalam sebuah CV. Jadi kayak ada sebuah badan yang menaungi, dan produknya itu apotek2. Tp enak sih menurut saya, jadi lebih solid. Gak harus ditanggung sendiri semuanya. Semakin banyak koneksi semakin mudah kedepannya. Gak harus bingung2 udah ada yang ngurusin
Mungkin iya di awal saya mengalami masa-masa sulit. Penelitian yang nggak sesuai harapan, dll. Tp kalau saya yang menemui kesulitan2 itu, ga mungkin saya bisa tau semua ini.
Kalau berjalan sesuai rencana.... Mungkin saya akan tetap di puskes yang membosankan dan monoton itu yang rak obat cuma sebesar rak buku di rumah saya, dan pengalaman yang gak sebanyak ini. Saya juga mulai membuka mata, masih banyak yang harus saya pelajari. Masih banyak hal yang ingin saya coba kedepannya. Impian yang masih ingin saya kejar:
- magang di apotek/RS
- kerja di industri (pengennya sih kosmetik, obat jadi, bahan alam)
- ke gunung semeru, ranu kumbolo yeaayy!! (agak ga nyambung siii.... biarin dah)
- nikah mudah punya keluarga sakkinah mawardah warrohmah
- Jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain
- Amiiiiiiieeeeeeeeeeeeeeeeennnnn................
Bulan mei-april ini alhamdulillah skripsi saya sudah masuk ke tahap penelitian. Eniwey,, buat bisa ke tahap ini ga gampang lo. Ada yang namaya sempro alias seminar proposal, ktemu dosen pembimbing yang rempongnya naudzubillah, belum cobaan yang lain lagi.
Awalnya berjalan sesuai rencana. Kelompok skripsi saya sesuai perencanaan akan melakukan penelitian di puskesmas Dinoyo Malang. Ada 5 orang lah..... sebenarnya simple sih penelitiannnya. Semacam ngasih kuesioner gitu ke pasien2. Masalahnya berawal dari sini. Ternyata pas berada dilapangan kasus yang saya ambil bwt skripsi jarang banget penderitanya. sekitar 2 ekor doang dalam seminggu. Padahal targetnya minimal 30 orang buat mencapai kurva normal. Sedihnya lagi diantara temen temen saya yang lain cuma saya yang dikit pasiennya. Kebetulan penyakit yang saya ambil bwt skripsi tentang "ASMA". La kalau dalam kondisi kayak gitu baru kelar berapa taun bwt nyelesain skripsi.
Otak saya mulai berpikir... Gak mungkin kan kalau saya tetep di puskes. Saya harus keluar dari sini.
Esoknya saya sudah menyusun rencana,
apa mungkin harus ke batu di rs paru yang notabenya rumah sakit khusus penderita saluran pernapasan?
apa saya hrs ganti tempat penelitian ke apotek?
gmn klw saya tidak bisa memenuhi target itu dalam waktu sebulan?
Aaaaaaarrrghhh...
Pokoknya galau bin depresi. Galau nya ga nemu penyelesaian dari masalah... Depresinya liat temen2 yang lain udah pada dapet pasien. Walhasil, saya nekat juga pergi ke batu. Dengan bantuan temen saya yang tinggal di batu, tempat pertama yang saya kunjungi adalah RS Paru Batu. Ternyata tidak sebesar yang saya bayangkan, karena rumah sakitnya masih tipe B/C jadi tidak sebesar RSSA. Sesuai dugaan saya prosedur administrasi rumah sakit tidak mudah, rempong iya. Kata bagian tata usaha, hars ada surat penelitian dulu, nyiapin proposal, trz ntar dkirim ke dokternya, klw udh dapat persetujuan baru boleh penelitian. Yang saya takutkan disini waktu perijinan yang lama. Karena setau saya, di RSSA membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lebih. Bisa mati tua kagak wisuda2 dong eke kalau selama itu. Setelah basa basi sedikit sama bapak pegawai TU nya, saya berpikir dan jadi tambah galau. Apa harus saya penelitian disini? dengan segala kerempongan perijinan dll? Haduuuh rasanya semakin suram aja skripsi ini
Akhirnya saya mencoba alternatif lain. Dengan bantuan temen saya (lagi). Saya mecoba apotek deket RS Paru Batu... Dengan harapan "mungkin" banyak pasien disana yang kena asma. Logikanya sih seharusnya di Batu banyak penderita asma, mengingat hawanya yang dingin. Lagian, lumayan kan kalau dapat apotek, perijinannya gak susah, bisa penelitian sekaligus magang, nambah pengalaman lagi. Kemudian teman saya menyarankan untuk ke apotek "sehat". Katanya sih ini apotek paling rame di Batu. Dilihat dari apoteknya sih emang besar, gimana nggak trnyata selain apotek juga ada dokter praktiknya. Gak hanya satu tp banyak, kayak dokter umum (ternyata juga menerima pasien askes loo), dokter gigi, dokter anak, dokter kecantikan, plus laboratorium kesehatan. Buseeet dah, jadi agak keder juga saya.
Berhubung saya lagi kepepet, dengan wajah badak gak tau malu. Saya memberanikan diri "melamar" ijin penelitian kesana. Setelah berbicara dengan mbak apoteker pendampingnya. Mbak nya bilang kalau mau ngomongin ini ke pemilik apoteknya dulu. Yapps.... ok lah, trnyata baru tau juga yang punya apotek ini orang cina. Waduuuh,,, tambah mumet aja ceritanya. Kan biasanya orang cina itu perhitungan gitu takutnya, hehe. Pokoknya intinya saya ntar dikabari via telfon gmn hasilnya. Waktu itu saya sempet down, khawatirnya itu cuma basa basi doang. Tapi juga bingung kalau mengharap ke RS Paru Batu. Jadi saya nggak terlalu berharap, pasrah titik.
Eiieeeng.... dan ternyata 3 hari kemudian, pas sore2 ada telfon masuk ke hp saya. Dan ternyata proposal penelitian saya keterima di apotek!
Singkat cerita... kurang lebih 1 bulan nan saya pulang-pergi tiap sore sampek malem malang-batu. Awal2 rasanya beraaat banget, kadang ngerasa gak kuat saking capeknya. Gimana gak capek, selain ngerjain penelitian skripsi, disana juga bantu2 di apotek. Nerima resep, denger pertanyaan tentang obat2 dari pasien, dll. Tapi gak tau kenapa walaupun pulang malem dan tiap pagi rasanya badan mau copot saking capeknya, saya bahagia. Seneng karena dapat pengalaman baru, tau gimana rasanya kerja di apotek, belajar gimana manajemennya, gimana caranya melayani berhadapan sama pasien/pembeli. Pokoknya macem2 dah.... mengingat apotek ini termasuk apotek besar, jadi banyak pengalaman juga yang saya dapatkan.
Ternyata kalau kita mengelola secara profesional, gak kalah kok sama kantor2. Review sedikit aja ya, di apotek ini ada banyak karyawannya. Gak hanya biasanya di depan ngelayananin pembeli, tapi juga ada bagian peracikan resep dibelakang, bagian kasir, bagian gudang, admistrasi, praktik dokter, dll. Semuanya serba terstruktur, selain itu juga udah memakai sistem komputer buat pembeliannya jadi lebih terorganisir. Pernah saya tanya2 ke mbak yang bagian admistrasi. Ternyata buat jadi apotek askes bpjs itu susah juga ya. Banyak perijinan, koneksi, dll. Dan saya baru tau kalau apoteknya itu tergabung dalam sebuah CV. Jadi kayak ada sebuah badan yang menaungi, dan produknya itu apotek2. Tp enak sih menurut saya, jadi lebih solid. Gak harus ditanggung sendiri semuanya. Semakin banyak koneksi semakin mudah kedepannya. Gak harus bingung2 udah ada yang ngurusin
Mungkin iya di awal saya mengalami masa-masa sulit. Penelitian yang nggak sesuai harapan, dll. Tp kalau saya yang menemui kesulitan2 itu, ga mungkin saya bisa tau semua ini.
Kalau berjalan sesuai rencana.... Mungkin saya akan tetap di puskes yang membosankan dan monoton itu yang rak obat cuma sebesar rak buku di rumah saya, dan pengalaman yang gak sebanyak ini. Saya juga mulai membuka mata, masih banyak yang harus saya pelajari. Masih banyak hal yang ingin saya coba kedepannya. Impian yang masih ingin saya kejar:
- magang di apotek/RS
- kerja di industri (pengennya sih kosmetik, obat jadi, bahan alam)
- ke gunung semeru, ranu kumbolo yeaayy!! (agak ga nyambung siii.... biarin dah)
- nikah mudah punya keluarga sakkinah mawardah warrohmah
- Jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain
- Amiiiiiiieeeeeeeeeeeeeeeeennnnn................
Komentar
Posting Komentar