Minggu, 22 April 2012

Go Pandaan!!



Yups.. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang perjalanan ke kota asal saya PANDAAN

Tepatnya hari sabtu kemarin, setelah mengikuti UTS (Ujian Tengah Semester) terakhir di kampus. Saya langsung bergegas untuk pulkam. Mengingat sudah sekitar satu bulan, saya belum sempet pulang ke kota Pandaan tercinta. Jadi rasanya semangat banget buat pulkam kali ini. Walaupun besoknya saya harus tetap kembali ke Malang untuk kembali berktivitas kuliah seperti biasanya buat hari seninnya. 

Terkadang cuma sehari pulang, namun tidak menyurutkan semangat saya. Dari semester 2 kemarin, saya sudah mulai terbiasa. Kalau jadwal perkuliahan mahasiswa pada umumnya mulai dari hari senin sampai dengan hari jum`at. Lain halnya dengan saya, kuliah mulai dari senin hingga hari sabtu belum lagi hari minggu harus mengikuti kuliah ahad pagi.

Rasa-rasanya hampir jarang saya menyempatkan untuk dapat pulkam. Padahal jarak Malang-Pandaan bisa dibilang tidak terlalu jauh. Kalau naik bis, hanya memerlukan waktu kurang lebih dua jam saja. Bahkan kalau naik motor, satu jam insyaallah nyampek deh. Yah... Pulkam tetaplah pulkam. Walaupun sejenak yang penting ketemu dengan keluarga. Rasanya seperti mengisi energi lagi. Setelah penat dengan segala kegiatan, pulang ke rumah adalah obat mujarab untuk kembali bersemangat.

Well... karena saya tidak punya motor atau kendaraan pribadi sendiri, transportasi umum adalah jawabannya. Sekadar mengingatkan transportasi umum yang dapat ditempuh dari malang ke Pandaan satu-satunya adalah bis jurusan MALANG-SURABAYA. Kenapa saya bilang begitu??
Bukan karena Pandaan kota terpencil, tapi karena memang Pandaan tidak mempunyai stasiun kereta api sendiri. Kalaupun mau naik kereta, itupun harus berhenti di stasiun sengon, bangil, atau lawang. Yang pastinya akan lebih merepotkan karena setelah itu kita harus oper ke transportasi umum yang lain. So... mendingan ketimbang repot2 naik bis aja lebih gampang, efektif, murah lagi.

Perjalanan saya dari Malang ke Pandaan di mulai dari naik angkot jurusan AL (Arjosari-Landungsari). Tidak sulit menemukan jenis angkot yang satu ini, tinggal berdiri di sisi jalan sambil mencari kendaraan tipe angkot berwarna biru bertuliskan "AL".

 Jalur angkot AL ini dimulai dari (Terminal Landung Sari –Jl. Tlogomas – Jl. Mayjen Haryono Jl. Gajayana – Jl. Veteran – Jl. Bandung – Jl. Ijen – Jl. Semeru – Jl. Kahuripan – Jl. Tugu – Jl. Kertanegara – Jl. Trunojoyo – Jl. Patimura – Jl. Panglima Sudirman – Jl. WR. Supratman – Jl. Mahakam – Jl. Karya Timur – Jl. Tenaga – Jl. Laksamana Adi Sucipto – Jl. R. Panji Suroso – Terminal Arjosari). 

Tujuan saya sendiri adalah terminal Arjosari, jadi saya mulai naik angkot di Jl. Veteran di jalan dekat kosan saya. FYI, untuk mencapai terminal arjosari tidak harus menaiki angkot jurusan AL. Ada angkot jurusan AG, ADL, dll. Pokoknya yg ada huruf "A" nya deh, yg menunjukkan inisial Terminal ARJOSARI.

(angkot "AL" Arjosari-Landungsari)

(di dalam angkot....)

Karena tujuan saya adalah terminal arjosari, perjalanan di angkot memakan waktu yang cukup lama juga kurang lebih satu jam. Walaupun sebenarnya terminal Arjosari tidak terlalu jauh, tapi karena angkot adalah kendaraan umum jadinya ya muter2 dulu. Tapi gpp deh, sekalian buat refreshing juga. Karena selama perjalanan anda akan banyak melewati banyak tempat di kota malang, seperti stadion bola gajayana kandangnya persema Malang, balai kota Malang, stasiun kereta api Malang, sampai penjara atau lapas di Lowokwaru. Dan akhirnya setelah satu jam duduk manis, sampailah saya di terminal Arjosari.


(Selamat Datang Terminal Arjosari)

(suasana di dalam terminal arjosari)

(Banyak pedagang oleh2 khas malang, dari buah apel, kripik apel, sampai jenang apel)

Memasuki area dalam terminal, yang kita temui adalah keramaian orang2 yang ada. Dari para pedagang yang menjajakan barang dagangannya, calo tiket bis yang menawarkan tiket, pegawai terminal bis yang sibuk mengatur lalu lintas sampai saya sendiri yang tengah mencari bis jurusan surabaya-malang. Yang akhirnya saya memutuskan untuk menaiki bis pelita mas Surabaya-Malang.

Kelihatannya kali ini saya kurang beruntung, padahal biasanya ada bis restu panda ac tarif biasa tapi kali ini dapatnya ya yang ini. Bismillahirohmanirrohim... gpp deh yg penting sampai dengan selamat.


(kelihatannya saya penumpang pertama.... -_-")

Di bis sendiri saya tidak kesepian. Karena selama di bis pasti ada banyak orang dari para penumpang itu sendiri, pak kondektur yang berteriak "karcis... karcis...", para pedagang asongan yang menjual berbagai hal dari makanan, minuman, koran, alat tulis sampai benda2 yg gak penting seperti alat pembersih telinga.

Tidak ketinggalan juga para pengamen jalanan. tapi gak tau kenapa, hari itu ada satu pengamen yang kocak abis mungkin karena hari sabtu kemaren bertepatan dengan hari kartini sang pengamen menyanyikan lagu ciptaan sendiri, lagu keroncong tapi diubah liriknya. Dan gak ketinggalan orasinya setelah menyanyikan lagu tersebut. Saya sendiri heran, ni orang mau ngamen apa mau kampanye.

(mas pengamennya semangat 45 kalau lagi nyanyi)

Tempat duduk favorit saya kalau naik bis adalah di dekat jendela. Kalau dekat jendela, rasanya terhanyut dengan pemandangan di tepi jalan. Jadi gak berasa bosan.

Kalau bercerita sedikit tentang Pandaan, dapat dikatan pandaan hanyalah sebuah kota kecil, namun memiliki banyak lahan industri karena banyak terdapat pabrik2 besar seperti Sampoerna, Coca Cola atau mungkin sering juga disebut sebagai kota air. Mungkin karena letaknya yang dekat dengan pegunungan dan banyak terdapat pabrik2 air mineral terkenal seperti aqua, cheers, club, cleo, dll.

Tidak hanya dari segi industri juga, ada banyak tempat yang dapat dikunjungi seperti bangunan masjid cheng ho yang akan membuat kita kagum karena arsitektur cina nya atau mungkin Taman Dayu, yang suasana asri serta dapat dikunjungi untuk rekreasi kelurga karena tidak hanya real estate yang terdapat disitu tetapi juga water boom, golf mansion, atau food terrace. Jadi kalau hari minggu, banyak warga yang ada diditu sekadar untuk jogging atau makan bersama. Maklumlah... Pandaan emang nggak punya alun2 kota sendiri. Letaknya pun strategis, berada diantara dua kota besar Malang dan Surabaya membuat lalu lintas di kota ini semakin ramai. Pokoknya Pandaan mantab jaya... hehehe (promosi rekk)

(pabrik aqua Pandaan)

(The Taman Dayu)

(masjid cheng ho Pandaan)

Perjalan di bis memakan waktu sekitar satu jam. Kalau sudah memasuki kawasn perempatan pandaan, saya bersiap2 di dekat pintu bis. Kalau nggak begitu pasti akan ketinggalan dengan penumpang yang lain. Kata2 yang saya sangat ingat adalah saat pak kondektur bis meneriakkan "Srikandi.... Srikandi...". Itu berarti waktunya saya turun. Srikandi yang dimaksud sini bukan nama pendekar wanita yang terkenal itu tetapi sebutan untuk tempat pemberhentian bis di perempatan Pandaan. Walaupun aslinya, kita tidak akan menemui bangunan ataupun toko dengan nama ini di perempatan Pandaan tetapi kata orang2 disekitar sana, Srikandi dulunya adalah sebuah gedung bioskop. Saking ramai dan terkenalnya namanya tetap diingat sampai sekarang walaupun gedung bioskop Srikandi telah lama tutup gara2 bangkrut alias gulung tikar.

Sesampai di perempatan pandaan perjalanan saya belum selesai . Karena untuk mencapai rumah saya, harus menggunakan transportasi umum lagi. Apa lagi kalau bukan..... ojek

Mungkin disebagian kota, transportasi umum untuk dalam kota adalah angkot (angkutan kota). Di Pandaan sendiri juga terdapat angkot2 semacam itu tetapi untuk antar kota, seperti Pandaan-Tretes, Pandaan-Bangil, Pandaan-Gempol. Maka dari itu, kalau mau mengelilingi Pandaan atau untuk jarak dekat saja akan lebih baik jika menggunakan ojek, kalau tidak pasti anda akan tersesat ke kota lain.

(di tengah-tengah perempatan Pandaan)

(pangkalan ojek...)

Ada enaknya naik ojek, selain bisa merasakan angin sepoi-sepoi terhindar juga dari kemacetan. Tidak sampai 10 menit, akhirnya setelah perjuangan keras saya untuk pulkam akhirnya selesai sudah (lebay,,). Alhamdulillah... bisa sampai ke rumah dengan selamat. Hore!! ^_^

(kalau udah kelihatan tanda ini, berati udah deket)

(Welcome Home Sweet Home..... ^_^)





6 komentar:

  1. sipp, gaya rek perjalanan pulkam d msukno blog lengkap sak photo pengamene....
    aku ajarano gwe blog dunk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... yo iyo rekkk
      Beh,, om iki kok ngerti blogQ yo

      Hapus
  2. liat o blog ku pisan
    ekoapt.wordpress.com

    BalasHapus
  3. ya iyalah masbro Pandaan gak punya alun2 kota sendiri, Pandaan kan statusnya sbg kecamatan, tp Pandaan termasuk kecamatan yg guede juga

    BalasHapus
  4. Saya Hendy. Mau tanya kl jaman sekarang thn 2015 dari kota Malang mau ke Pandaan naiknya apa ya ? Kayanya baru bisa berangkat jam 6 sore. Kl memungkinkan saya meninggalkan pekerjaan lebih awal mungkin bisa jam 4 sore

    BalasHapus