Minggu, 03 Februari 2013

Bukit Teletubbies di Bromo



Masih inget acara anak-anak yang satu ini??
Dulu kira-kira waktu jaman saya masih SD, setiap jam 10 saya selalu udah stand by di depan tv. Tangan pegang remote, pindah ke channel ikan terbang nunggu 4 makhluk absurd ini muncul. Begitu lagu opening masuk lalu si tingkiwingki, dipsi, lala nggak ketinggalan poo muncul lewat lubang atap rumah. Kemudian gak lupa mereka joget-joget keliling padang rumput dengan tampang yang nggak berdosa. Kalau dipikir sekarang, kok bisa ya saya suka sama mereka. 4 makhluk aneh dengan layar televisi di perutnya gak lupa antena beraneka macam bentuk udah gitu gak pake baju lagi. Dibilang manusia nggak... dibilang hewan nggak juga... dibilang tumbuhan apalagi. Benar-benar absurd sekali........ hahaha

Tapi yang paling saya sukai dari acara ini adalah setting tempatnya. Terhampar padang rumput yang luas, banyak bukitnya dan bunga-bunga yang tumbuh. Wuihh.... ngiri banget lihat para teletubbies bisa tinggal di tempat kayak gitu. Apalagi lihat kandang rumahnya teletubbies yang unik gitu. ada perosotan di atas rumahnya, bentuknya juga kayak rumah iglo di kutub utara. Tapi yang paling saya nggak ngerti sampe` sekarang adalah tempat tidurnya si teletubbies yang kecil banget, padahal badan mereka kan segede gajah.

Lalu saya berpikir. Ada nggak ya tempat kayak gitu di muka bumi. Apa itu cuma khayalan si produsernya teletubbies doang, supaya anak-anak kecil kayak saya dulu bisa seneng sekaligus takjub. Whatever,,, Nyatanya minggu lalu saya pergi ke tempat yang mirip sama padang rumputnya si teletubbies. Gak perlu jauh-jauh sampe` ke luar negeri segala karena ternyata ada di negeri kita sendiri lo tepatnya di Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. Tapi penduduk sekitar menyebutnya "Bukit Teletubbies"



(hmm... tulisannya salah. haha)



Minggu lalu, saya pergi ke Bromo dengan mama dan adek saya. Jujur saja, ini yang pertama kalinya saya ke bromo. Tips saja bagi yang ingin pergi ke bromo, kalau berangkat lebih baik melewati jalur dari probolinggo. Yang pasti jika melewati daerah Puspo seperti saya, yang ada kita bakalan merasakan sensasi jet coaster. Jalan yang berkelok kayak ular plus lebar jalan yang relatif sempit dan disampingnya terkadang ada jurang. Mirip-mirip jalur ke Malang - Kediri kalau naek bis Puspa Indah. Perjalanan yang cukup lama, jadi sebaiknya berangkat pada sore hari, agar esoknya kita lebih leluasa jalan-jalan dan jangan lupa menikmati panorama sunrise di daerah penanjakan sekitar jam 5-6 pagi. 

Back to topic...
Bapak-bapak di penginapan bilang kalau di bromo ini selain terkenal dengan matahari terbit di penanjakan, kawah gunung bromo, ada juga padang rumput bukit teletubbies. Kening saya berkerut mendengar penjelasan bapak-bapak yang satui ini. Bukannya saya tidak percaya, tapi saya nggak yakin bapak itu tau teletubbies itu apa. Mengingat usia bapak-bapak ini boleh dibilang sudah tua, kenal nggak ya sama yang begituan soalnya biasanya nontonnya kan cuma acara campur sari doang. hehe...

Cuaca pagi hari saat itu lumayan cerah. Gak panas dan gak juga mendung. Setelah puas menikmati sunrise di penanjakan, lokasi selanjutnya yang dituju adalah padanga savana a.k.a bukit teletubbies. Yang membuat saya takjub adalah panorama sepanjang jalan. Seperti biasanya melewati tebing dan jalan yang berkelok-kelok dan pastinya dikelilingi hutan. Namun setelah itu terhampar sebuah padang pasir yang luas banget. Nggak ada apa-apa yang terlihat, sejauh memandang yang ada ya pasir. Pasir hitam...












(settingnya cocok buat film perang,,)


Tandus dan kering itu yang ada dalam pikiran saya. Sambil melewati padang pasir si bapak supir berkata pada kami.
"Disini pernah jadi tempat syutingnya Dian Sastro lo mbak...". sambil senyum-senyum sendiri. Mungkin dia sambil ngebayangin wajahnya si dian sastro yang cantik aduhai itu tapi gak nyadar tampangnya sendiri.
Tidak mengherankan memang alam bromo yang sangat indah ini sering dipakai untuk syuting film. Kalau lihat ftv biasanya kadang settingnya di bromo. Lalu saya kepikiran kalau saya buat film disini judulnya apa ya??
Mungkin... "Tersesat di Bromo". Jadi ntar isinya cuma orang lari-lari keliling bukit pasir 7 hari 7 malem, yang endingnya dia pingsan karena dehidrasi. hahaha...

Aneh tapi nyata memang, setelah melewati kawasan berpasir yang jarang sekali terdapat tumbuhan. Pemandangan berubah jadi padang bunga. Banyak bunga berwarna ungu atau kuning, mirip-mirip bunga edelweiss, bunga khas gunung, kontras sekali... Jalan yang kami lalui juga tidak mulus. Banyak bebatuan, serasa ikut perjalanan off road. Maka dari itu kebanyakan kendaraan didaerah sini tipenya mobil hartop/jip atau sepeda motor trail, maklum kondisi alam didaerah Bromo banyak menanjak, berpasir dan berbatu. Kalau Mio saya dibawa kesini kuat nggak ya...

(sensasinya naik ini...mantap!!)


(yang tradisional juga ada...)


Tidak lama kemudian kami sampai di tempat tujuan. Kami disambut oleh sebuah padang hijau yang dikelilingi  tebing-tebing berbatu. Subhanallah.... serasa di tempat lain rasanya. Ternyata wallpaper2 di lappy itu nyata ya. haha.... Saya kasih share foto-fotonya aja ya,,












Well... kenapa saya menceritakan lebih banyak part bukit teletubbies dibanding yang lain??
Karena menurut saya, dari semua tempat yang kami kunjungi, disitu yang membuat saya paling berkesan. Rasanya kita sangatlah kecil dihadapan Allah. Ada banyak tempat wisata di bromo. Seperti melihat sunrise di penanjakan, pasir berbisik, atau yang paling utama kawah gunung bromo. Kata penduduk sekitar waktu yang paling pas untuk mengunjungi gunung bromo adalah pada bulan september. Karena di bulan ini bertepatan dengan upacara kasada, upacara tradisonal khas suku tengger. Mereka melemparkan sesajen ke kawah gunung. Kalau masih inget cerita rakyat suku tengger bisa dibuka tuh, roro anteng dan joko seger. Hayoo... sapa yang tau.

Siap-siap kondisi badan yang fit aja kalau kesana. Mengingat udaranya yang dingin banget kalau pagi, jadi jangan lupa bawa jeket tebel, sarung tangan, kupluk, kaos kaki, dan pastinya sepatu ini remeh tapi penting. Mengingat jalanan terjal juga, jadi lebih enak pake sepatu ketimbang sendal lebih anget dan nyaman.hehe.. Buat view yang lain saya kasih share aja fotonya. Pokoknya dijamin puas dah kalau berkunjung ke Bromo. Saya berharap suatu saat ini bisa kembali mengunjungi gunung eksotis yang satu ini lagi. Amiiin.... ^_^


(sunrise... untung gak lagi mendung)

(rame-rame lihat sunrise, aduh gak kelihatan...)




(subhanallah....)




(pura hindu bromo di tengah padang pasir)




(jalan terjal setapak ke kawah gunung bromo)




(awas tangga curam,,)




(kalau ke lempar ke kawah jadi apa ya?? )




Tidak ada komentar:

Posting Komentar